Dukung Asta Cita, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Panen 1,6 Ton Jagung di Tambak Wedi

Reporter : Humas Polres

SURABAYA - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di level akar rumput. Kali ini, jajaran Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, bersama kelompok tani (Poktan) Nandur Makmur membuktikan produktivitas lahan perkotaan dengan menggelar panen raya jagung jawa (pepel) di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.

Tak tanggung-tanggung, dari lahan seluas 400 meter persegi di kawasan lahan milik Pemkot Surabaya tersebut, petani berhasil meraup hasil panen mencapai 1.625 kilogram. Padahal, modal benih yang digunakan hanya satu kilogram. Capaian ini menjadi angin segar bagi optimalisasi lahan tidur di Surabaya Utara.

Baca juga: Peringati Hari Lalu Lintas Ke-71, Polres Tanjung Perak Tekankan Pelayanan Humanis Berbasis Data

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto yang memimpin langsung jalannya panen mengapresiasi kerja keras para petani.

Menurutnya, pemanfaatan lahan milik Pemkot Surabaya ini merupakan langkah konkret Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya di sektor kemandirian pangan.

Baca juga: Redam Konflik SARA hingga Ungkap Narkoba, 12 Personel Polres Tanjung Perak Terima Penghargaan.

"Kami ingin memastikan bahwa ketersediaan pangan di tingkat lokal tetap terjaga. Hasil panen ini tadi langsung habis dibeli oleh masyarakat sekitar. Ini membuktikan bahwa serapannya sangat tinggi," ujar Kompol Yuyus.

Untuk menjaga keberlangsungan produksi, Poktan Nandur Makmur menerapkan sistem tanam bergantian. Pola ini sengaja dipilih untuk memudahkan distribusi dan memastikan stok jagung selalu tersedia bagi konsumen tanpa harus menunggu masa panen besar yang serentak.

Baca juga: Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Rutin Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Masyarakat

Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada, terutama serangan hama tikus. Mengantisipasi hal itu, pihak Polsek Kenjeran dan penggerak ketahanan pangan intens melakukan koordinasi dengan petugas penyuluh lapangan(PPL) pertanian setempat.

"Pendampingan teknis dari PPL sangat penting agar petani bisa menanggulangi hama dengan tepat tanpa merusak kualitas tanaman," imbuh perwira dengan satu melati di pundak tersebut.(*)

Editor : Humas Polres

Berita Polsek
Berita Terpopuler
Berita Terbaru