Dukung Asta Cita, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Panen 1,6 Ton Jagung di Tambak Wedi

avatar seputarperak.com

SURABAYA - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di level akar rumput. Kali ini, jajaran Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, bersama kelompok tani (Poktan) Nandur Makmur membuktikan produktivitas lahan perkotaan dengan menggelar panen raya jagung jawa (pepel) di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.

Tak tanggung-tanggung, dari lahan seluas 400 meter persegi di kawasan lahan milik Pemkot Surabaya tersebut, petani berhasil meraup hasil panen mencapai 1.625 kilogram. Padahal, modal benih yang digunakan hanya satu kilogram. Capaian ini menjadi angin segar bagi optimalisasi lahan tidur di Surabaya Utara.

Baca Juga: Sambut HUT ke-46, YKB Tanjung Perak Tanam Mangrove dan Gelar Baksos di Kalianak

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto yang memimpin langsung jalannya panen mengapresiasi kerja keras para petani.

Menurutnya, pemanfaatan lahan milik Pemkot Surabaya ini merupakan langkah konkret Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya di sektor kemandirian pangan.

Baca Juga: Sosialisasi Tatap Muka Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Edukasi Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

"Kami ingin memastikan bahwa ketersediaan pangan di tingkat lokal tetap terjaga. Hasil panen ini tadi langsung habis dibeli oleh masyarakat sekitar. Ini membuktikan bahwa serapannya sangat tinggi," ujar Kompol Yuyus.

Untuk menjaga keberlangsungan produksi, Poktan Nandur Makmur menerapkan sistem tanam bergantian. Pola ini sengaja dipilih untuk memudahkan distribusi dan memastikan stok jagung selalu tersedia bagi konsumen tanpa harus menunggu masa panen besar yang serentak.

Baca Juga: Patroli Dialogis Unit Pam Obvit di PT Pelindo Regional III Tanjung Perak, Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional

Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada, terutama serangan hama tikus. Mengantisipasi hal itu, pihak Polsek Kenjeran dan penggerak ketahanan pangan intens melakukan koordinasi dengan petugas penyuluh lapangan(PPL) pertanian setempat.

"Pendampingan teknis dari PPL sangat penting agar petani bisa menanggulangi hama dengan tepat tanpa merusak kualitas tanaman," imbuh perwira dengan satu melati di pundak tersebut.(*)

Editor : Humas Polres

seputarperak.com horizontal

Berita Lainnya

seputarperak.com horizontal